• Jelajahi

    Copyright © BIDIK NASIONAL
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ads

    Adv

    banner

    Iklan

    Pejabat Dikejar Sekelompok Oknum Mengaku Wartawan Usai Siap Sholat Magrib Hadiri Kejuaraan Karate di Medan

    3DARA OFFICIAL
    Minggu, 15 Februari 2026, Februari 15, 2026 WIB Last Updated 2026-02-16T07:06:00Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Keterangan Foto “Waspada terhadap Aksi Premanisme oknum BerInisial  I,, SH Alias S, dan J serta L yang diduga kerap mengaku sebagai Wartawati mengejar dan meminta uang kepada sejumlah pejabat dengan berbagai alasan. Praktik seperti ini sangat meresahkan dan merugikan, Lakukan verifikasi identitas secara resmi dan Laporkan Ke Polisi”


    Medan, (Bidik Nasional) Minggu 15 Februari 2026 — Insiden kurang mengenakkan terjadi usai siap Sholat magrib dalam pelaksanaan Kejuaraan Karate Open Turnamen dan Festival Kejuaraan Piala Kejatisu Cup II Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serba Guna Pemprov Sumut, 13–15 Februari 2026.


    Seorang pejabat Ketua Umum Pengprov Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Sumatera Utara  Dr. H. Rahmat Shah.dilaporkan dikejar oleh sekelompok orang yang mengaku berprofesi sebagai wartawati, sesaat setelah menunaikan salat Magrib di sela-sela kegiatan tersebut.


    Menurut keterangan yang dihimpun, kelompok Mak Jotek yang terdiri dari 5 Orang yang bersama Siti Hajar Alias Sarah oknum berinisial SH Alias S, W, L, dan I itu disebut-sebut kerap mendatangi berbagai kegiatan resmi di wilayah Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

     

    Keterangan Foto : “Waspada terhadap Aksi Premanisme oknum berInsial SH Alias S yang diduga mengejar dan meminta uang kepada sejumlah pejabat. Praktik seperti ini meresahkan bahkan merugikan dan harus segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum"


    Kehadiran mereka dinilai meresahkan sejumlah pejabat dan panitia kegiatan. Salah satu pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa praktik serupa bukan kali pertama terjadi.


    “Kami sudah sangat gerah dengan perilaku mereka. Hampir di setiap kegiatan resmi, mereka datang dan meminta uang dengan berbagai alasan, mulai dari belum makan hingga kebutuhan operasional,” ujarnya.


    Ia menambahkan, tindakan tersebut mencoreng citra profesi wartawan yang sejatinya menjalankan fungsi kontrol sosial dan pemberitaan secara profesional.


    Insiden yang menimpa Rahmadsyah terjadi saat kegiatan kejuaraan masih berlangsung. 


    Tidak ada laporan kekerasan fisik, namun aksi pengejaran itu dinilai tidak etis dan berpotensi mengganggu ketertiban acara resmi pemerintah.


    Sejumlah pihak berharap aparat penegak hukum dan organisasi pers dapat menelusuri serta menindak tegas jika ditemukan adanya pelanggaran atau praktik yang mengarah pada pemerasan berkedok profesi.


    “Kami menghormati insan pers yang bekerja secara profesional. Namun jika ada oknum yang memanfaatkan atribut wartawan untuk meminta-minta atau menekan pejabat, tentu harus ada tindakan tegas,” tambah sumber tersebut.

    (Tim/Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    NamaLabel

    +