BIDIKNASIONAL | BINJAI - Sorotan terhadap dugaan praktik usaha berkedok spa yang disebut-sebut menawarkan layanan “plus-plus” kembali mencuat di Kota Binjai. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Gerakan Mahasiswa & Pemuda Peduli Sumatera Utara yang menyatakan akan turun ke jalan menyuarakan keresahan masyarakat.
Gerakan tersebut berencana menggelar aksi damai moral dan sosial pada Senin, 24 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, dengan titik aksi di kawasan Binjai Supermall (BSM).
Aksi itu disebut sebagai bentuk kepedulian mahasiswa dan pemuda terhadap persoalan sosial yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama, khususnya apabila benar terdapat praktik usaha yang melanggar ketentuan dan norma yang berlaku.
“Mall Keluarga atau Gedung Esek-Esek Ber-AC?” Tanya Sutan dengan nada geram. Jumat, (21/8).
Dalam seruan aksinya, Gerakan Mahasiswa & Pemuda Peduli Sumatera Utara melontarkan kritik tajam terhadap dugaan keberadaan praktik “spa plus-plus” di kawasan pusat perbelanjaan.
Mereka mempertanyakan sejauh mana pengawasan terhadap tempat-tempat usaha yang berada di ruang publik, terlebih pusat perbelanjaan yang selama ini dikenal sebagai tempat berkumpulnya masyarakat dan keluarga.
Pertanyaan bernada sindiran pun muncul: “Mall keluarga atau gedung esek-esek ber-AC?”
Pernyataan tersebut menjadi gambaran kerasnya keresahan massa aksi terhadap dugaan praktik yang mereka nilai berpotensi mencoreng citra Kota Binjai sebagai daerah yang menjunjung nilai agama, moral, dan kehidupan sosial yang baik.
Gerakan tersebut juga menyoroti pentingnya konsistensi antara kebijakan, slogan moral, serta pengawasan di lapangan. Menurut mereka, persoalan moral tidak cukup hanya dibicarakan dalam ruang-ruang formal, tetapi juga membutuhkan keberanian untuk melakukan pengawasan dan penindakan apabila ditemukan pelanggaran.
Dorong Pemerintah dan Aparat Bertindak
Melalui aksi tersebut, mahasiswa dan pemuda diharapkan dapat menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus mendorong pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan terhadap tempat usaha yang menjadi sorotan.
Namun demikian, dugaan mengenai adanya praktik “spa plus-plus” tersebut tetap perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan proses hukum yang berwenang. Jangan sampai tudingan yang belum terverifikasi justru merugikan pihak-pihak yang tidak terbukti melakukan pelanggaran.
Bagi Gerakan Mahasiswa & Pemuda Peduli Sumatera Utara, aksi ini bukan sekadar persoalan satu tempat usaha. Mereka ingin menjadikan momentum tersebut sebagai bentuk kontrol sosial sekaligus pengingat bahwa ruang publik harus tetap aman, tertib, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kota Binjai tidak hanya membutuhkan pembangunan secara fisik, tetapi juga membutuhkan lingkungan sosial yang sehat. Karena itu, mereka berharap aksi yang digelar nantinya dapat berjalan damai, tertib, dan menjadi pintu masuk bagi penyelesaian persoalan secara objektif berdasarkan fakta serta ketentuan hukum.
Aksi di depan BSM pada Senin mendatang pun diperkirakan akan menjadi perhatian publik, terutama bagi masyarakat yang selama ini mempertanyakan pengawasan terhadap sejumlah tempat usaha yang dituding menjalankan praktik menyimpang. (Red)






