BIDIKNASIONAL | Medan - Pernyataan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang menyinggung keterpurukan Nahdlatul Ulama (NU) dalam lima tahun terakhir dan mengaitkannya dengan kepemimpinan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali viral. Pernyataan itu langsung mendapat respons keras dari Muhammad Mas'ud Silalahi (MMS), alumni HMI asal Medan.
Mas'ud meminta Cak Imin tidak gegabah membawa nama HMI dalam kritik terhadap persoalan internal NU. Menurutnya, kritik terhadap kepemimpinan adalah hal biasa, tetapi jangan sampai berubah menjadi generalisasi terhadap organisasi dan ribuan kader serta alumninya.
“Kalau kritik, kritiklah kebijakan dan kepemimpinannya. Jangan bawa-bawa organisasi. Alumni HMI ada di mana-mana dan telah berkontribusi untuk bangsa,” tegas Mas'ud, Minggu (30/8).
Yang membuat Mas'ud semakin mempertanyakan pernyataan tersebut adalah dinamika politik Pilpres 2024. Ia mengingatkan bahwa ketika Cak Imin maju sebagai calon wakil presiden, pasangan calon presidennya, Anies Baswedan, juga merupakan alumni HMI.
“Waktu Cawapres 2024, capresnya pasangan Cak Imin juga alumni HMI. Kalau alumni HMI dianggap masalah, lalu bagaimana dengan pasangan politiknya saat itu?” sindir Mas'ud.
Menurutnya, fakta tersebut semestinya menjadi pengingat bahwa alumni HMI tidak dapat disederhanakan hanya berdasarkan latar belakang organisasinya.
MMS: Jangan Bangkitkan Konflik Lama
Mas'ud juga meminta Cak Imin berhati-hati agar pernyataan mengenai HMI tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Jangan sampai seperti kasus Saud Situmorang. Kita harus belajar dari sejarah. Pernyataan yang menyentuh marwah organisasi bisa memunculkan reaksi luas dari kader dan alumni HMI,” ujarnya.
Ia menegaskan, HMI memiliki kader dan alumni yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, bahkan berkiprah di berbagai penjuru dunia dan lintas organisasi.
Karena itu, Mas'ud meminta polemik diselesaikan dengan klarifikasi dan tabayun, bukan saling mempertajam perbedaan.
“Sebagai alumni HMI, saya tersinggung. Tapi saya tidak ingin persoalan ini menjadi konflik. Mari kita jaga marwah organisasi, persaudaraan umat, dan persatuan bangsa,” katanya.
Mas'ud menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh kader dan alumni HMI tetap tenang, kritis, serta bermartabat dalam menyikapi polemik tersebut.
“Perjuangan kita bukan untuk membenci siapa pun. HMI lahir untuk umat dan bangsa. Karena itu, mari jawab setiap persoalan dengan intelektualitas, keberanian, dan akhlak perjuangan,” pungkasnya.
(Red)






