BIDIKNASIONAL | Medan - Menjelang Musda VII, saya ingin mengajak kita mendiskusikan satu hal yang menurut saya penting: bukan hanya siapa yang memimpin, tetapi bagaimana MD KAHMI sebaiknya dipimpin.
KAHMI adalah rumah besar alumni—lintas komisariat, profesi, generasi, dan jejaring pengabdian. AD/ART kita sendiri memberi ruang bagi MD untuk menggunakan model Ketua Umum maupun Presidium.
Dalam konteks KAHMI Kota Medan, presidium layak dipertimbangkan karena dapat membuka representasi yang lebih luas, mendistribusikan ruang kerja, dan memberi lebih banyak perspektif tempat dalam proses musyawarah.
Tetapi presidium bukan jaminan otomatis. Ia hanya akan bekerja apabila pembagian peran, kewenangan, koordinasi, dan akuntabilitasnya jelas.
Karena itu, bagi saya, pembicaraan tentang presidium bukan tentang memperbanyak pemimpin. Ini tentang bagaimana kita memperluas kapasitas organisasi untuk bekerja.
Semoga Musda VII menjadi ruang untuk melihat bukan hanya figur, tetapi juga tata kelola yang paling sesuai dengan karakter dan kebutuhan MD KAHMI Kota Medan.
Bersama,
GERAK KAHMI.
dr. H. Ade Taufiq, Sp.OG






