Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

PEMRED

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PDSKJI Cabang Sumut Mengusung Tema “Lived Experiences, Heard Real Voices, Real Change” di Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 | Oktober 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-11T09:44:24Z
BIDIKNASIONAL | MEDAN - Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Sumatera Utara mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental, melawan stigma dan diskriminasi, serta memberikan ruang bagi setiap individu untuk menyampaikan pengalaman dan mendapatkan dukungan tanpa rasa takut dihakimi.

Seruan tersebut mengemuka dalam puncak peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) atau World Mental Health Day 2026 yang berlangsung di Lapangan Kebun Bunga, Medan, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Lived Experiences, Heard Real Voices, Real Change”, yang menekankan pentingnya mendengarkan pengalaman nyata, menghargai suara individu, dan mewujudkan perubahan yang berdampak langsung bagi masyarakat.


Peringatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh. Upaya penanganannya membutuhkan keterlibatan tenaga kesehatan, pemerintah, institusi pendidikan, keluarga, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat.

Ketua PDSKJI Cabang Sumatera Utara, Dr. dr. Vita Camellia, M.Ked(KJ), Sp.KJ(K), melalui sambutan yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan, menekankan pentingnya pendekatan kesehatan jiwa yang tidak hanya bertumpu pada diagnosis, pengobatan, dan penelitian ilmiah, tetapi juga memperhatikan pengalaman nyata individu yang menghadapi persoalan kesehatan mental.

Menurut pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut, di balik setiap diagnosis terdapat manusia dengan harapan, perjuangan, dan potensi untuk berkembang. Demikian pula keluarga yang mendampingi, yang kerap menghadapi tantangan panjang dan tidak selalu terlihat oleh lingkungan sekitarnya.

Karena itu, individu yang mengalami masalah kesehatan jiwa perlu diberikan ruang yang aman untuk menyampaikan pengalaman mereka tanpa takut dihakimi, didiskriminasi, ataupun dikucilkan.

Mendengarkan, dalam konteks ini, bukan sekadar memberikan kesempatan kepada seseorang untuk berbicara, melainkan juga memahami pengalaman mereka dan menjadikannya sebagai pertimbangan dalam memperbaiki pelayanan serta kebijakan kesehatan jiwa.

Stigma dan diskriminasi masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Tidak sedikit individu maupun keluarga yang memilih menutup diri karena khawatir mendapatkan penilaian negatif dari masyarakat. Kondisi tersebut dapat menjadi penghalang untuk mencari pertolongan dan memperoleh dukungan yang dibutuhkan.

PDSKJI Sumut berharap peringatan HKJS 2026 mampu mendorong perubahan cara pandang masyarakat, sehingga persoalan kesehatan jiwa dapat dibicarakan secara terbuka, ditangani secara profesional, dan disikapi dengan empati.

Sejalan dengan pesan tersebut, Direktur UCHPOLM, Dr. Drs. Zulfendri, M.Kes., yang diwakili oleh Jolly Sikumbang dalam sambutannya menegaskan bahwa kesehatan jiwa tidak hanya berkaitan dengan diagnosis dan pengobatan medis, tetapi juga menyangkut kualitas hidup, hubungan sosial, dukungan lingkungan, serta kesempatan setiap individu untuk berpartisipasi secara bermakna di tengah masyarakat.

Ia menyampaikan apresiasi kepada PDSKJI Cabang Sumatera Utara, panitia penyelenggara, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia harus menjadi langkah nyata dalam membangun lingkungan yang lebih peduli, terbuka, dan mendukung pemulihan. Individu yang mengalami persoalan kesehatan jiwa tidak boleh dipandang semata-mata sebagai penerima layanan, tetapi sebagai manusia yang memiliki hak, kemampuan, harapan, dan suara yang harus dihormati.

Keluarga dan komunitas juga memiliki peran penting dalam proses pemulihan. Lingkungan sosial seharusnya menjadi sumber kekuatan, bukan justru memperburuk keadaan melalui diskriminasi, pengucilan, dan pandangan negatif.

Untuk itu, diperlukan sinergi berkelanjutan antara tenaga kesehatan, akademisi, organisasi profesi, institusi pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat.

Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan edukasi dan literasi kesehatan jiwa, pengembangan jejaring rujukan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan pendamping, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Direktur UCHPOLM juga menekankan bahwa keberhasilan kegiatan tidak cukup diukur dari kelancaran penyelenggaraan acara, tetapi dari komitmen, kemitraan, dan dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat.

Semangat yang diusung, menurut pesan sambutannya, adalah bergerak dari kesadaran menuju kepedulian, dari kepedulian menuju kolaborasi, dan dari kolaborasi menuju perubahan yang berkelanjutan.

Dalam laporan panitia, Ketua Panitia HKJS 2026, Dr. Alfi Syahri Rangkuti, M.Ked., Sp.KJ(K), menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 4 September 2026 melalui seminar awam bertajuk “Parenting for Mental Well-Being: Mengelola Kecemasan dan Depresi Orang Tua untuk Membangun Pola Asuh yang Sehat”.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan konsultasi kesehatan mental secara daring melalui Zoom bersama psikiater muda, serta kampanye edukasi kesehatan mental melalui media sosial.

PDSKJI Sumut juga mengajak para anggotanya di berbagai kabupaten dan kota untuk berpartisipasi dalam kegiatan edukasi dan pelayanan kesehatan jiwa, termasuk melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

Pada puncak peringatan, masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan, antara lain senam bersama, skrining kesehatan jiwa, konsultasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan mata, donor darah, serta edukasi dan kampanye kesehatan mental.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi upaya untuk mendekatkan edukasi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus mendorong pemahaman bahwa menjaga kesehatan jiwa sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada institusi kesehatan, tenaga medis, akademisi, organisasi profesi, mitra, sponsor, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan HKJS 2026.

PDSKJI Sumut menegaskan bahwa peningkatan kualitas kesehatan jiwa tidak dapat dibebankan hanya kepada tenaga medis atau sektor kesehatan. Diperlukan keterlibatan pemerintah, institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, dunia kerja, keluarga, komunitas, media, dan masyarakat luas.

Dalam konteks Sumatera Utara, kolaborasi lintas sektor menjadi penting untuk memperluas akses pelayanan kesehatan jiwa yang terintegrasi dan berkesinambungan.

Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan terus memperkuat layanan kesehatan jiwa. Sementara itu, institusi pendidikan dapat berkontribusi melalui pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan juga diharapkan memperkuat edukasi publik, meningkatkan literasi kesehatan jiwa, mendorong deteksi dini, memperluas akses pertolongan, serta memberikan pendampingan kepada keluarga.

Tidak kalah penting, individu yang memiliki pengalaman langsung menghadapi persoalan kesehatan jiwa atau penyintas beserta keluarganya perlu dilibatkan dalam proses perbaikan pelayanan.

Sebab, perubahan yang bermakna bukan hanya perubahan yang dirancang untuk mereka, melainkan perubahan yang dibangun bersama mereka.

Sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ini, di antaranya Prof. Dr. dr. Dina Keumala Sari, M.Gizi., Sp.GK(K), Subsp.PK, Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara; Dr. Drs. Zulfendri, M.Kes., Direktur UCHPOLM; serta H. M. Faisal Hasrimy, AP., M.AP., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, atau perwakilan yang hadir.

Dalam sambutan dan rangkaian acara, turut disebutkan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Dr. dr. Muara Panusunan Lubis, M.Ked(OG), Sp.OG(K), atau yang mewakili, bersama unsur panitia dan organisasi profesi.

Peringatan HKJS 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi ditindaklanjuti melalui program kolaborasi yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan. Penguatan kemitraan antara PDSKJI Sumut, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, UCHPOLM, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, fasilitas pelayanan kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Melalui momentum ini, masyarakat diajak untuk tidak ragu mencari bantuan profesional ketika menghadapi persoalan kesehatan jiwa. Dukungan keluarga, lingkungan yang menerima, dan pelayanan yang menghormati martabat manusia merupakan bagian penting dalam perjalanan pemulihan.

Pesan utama HKJS 2026 menjadi pengingat bahwa setiap pengalaman berharga, setiap suara layak didengar, dan setiap bentuk kepedulian dapat menjadi awal perubahan.

HKJS 2026: Peduli Jiwa, Peduli Sesama. Sehat Jiwanya, Kuat Langkahnya, Bersama Ciptakan Perubahan Nyata!

(Redaksi)
×
Berita Terbaru Update